Buku ini membahas penggabungan gamifikasi, cerita interaktif, dan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran membaca di Sekolah Dasar. Metode ini dimaksudkan untuk menjawab tantangan literasi membaca di era digital, di mana teknologi hiburan menjadi dominan dan metode pengajaran yang tidak menarik mengurangi minat anak dalam membaca. Buku ini dimulai dengan membahas dasar literasi membaca anak di era digital, dan menjelaskan betapa pentingnya membaca untuk pemikiran kritis, imajinasi, dan komunikasi. Dalam bab berikutnya, ide-ide teoretis tentang model pembelajaran yang efektif dan berorientasi abad ke-21 dibahas. Ini mencakup aspek seperti diferensiasi, partisipasi aktif, dan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Selanjutnya, buku ini menawarkan model pembelajaran membaca berbasis cerita interaktif yang melibatkan siswa sebagai peserta aktif dan pembaca pasif. Dengan teknologi AI, siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang fleksibel dan individual yang sesuai dengan kemampuan dan keinginannya. Gamifikasi, di sisi lain, menggunakan tantangan, poin, dan penghargaan untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Buku ini membahas manfaat, kekurangan, dan metode penerapan model agar dapat diterapkan di sekolah dasar, dan menekankan bahwa guru harus berperan sebagai fasilitator dan kurator konten serta memasukkan nilai-nilai budaya lokal ke dalam cerita. Model ini juga menekankan pentingnya peran guru sebagai fasilitator dan kurator konten. AI dalam cerita interaktif memungkinkan pembelajaran yang fleksibel, adaptif, dan menyenangkan dengan umpan balik real-time, pembimbing virtual, dan analisis kemajuan siswa berbasis data. Selain itu, buku ini membahas masalah seperti keterbatasan akses teknologi, kesiapan guru, dan masalah etis penggunaan data siswa. Buku ini, yang ditulis dengan cara yang ilmiah namun praktis, menjadi panduan bagi pendidik, peneliti, dan pengembang pendidikan untuk membuat pembelajaran literasi yang menarik, humanis, dan sesuai dengan kebutuhan generasi digital. Metode ini mengubah membaca menjadi sebuah pengalaman belajar yang interaktif, kreatif, dan berkelanjutan. Metode ini bertujuan untuk membentuk generasi siswa yang kritis, literat, dan responsif terhadap teknologi di abad ke-21.



