Buku Ketahanan Spiritual Masyarakat Perbatasan mengulas secara komprehensif dinamika kehidupan keagamaan masyarakat yang hidup di wilayah perbatasan negara, sebuah ruang sosial yang kerap dihadapkan pada tantangan geografis, budaya, ekonomi, dan identitas kebangsaan. Dalam konteks keterbatasan akses layanan sosial dan kuatnya pengaruh lintas budaya, ketahanan spiritual menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan nilai, moral, dan harmoni sosial masyarakat perbatasan. Melalui pendekatan konseptual dan reflektif, buku ini membahas makna ketahanan spiritual, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta peran agama sebagai sumber kekuatan batin dan pengarah kehidupan sosial. Pembaca diajak memahami bagaimana bimbingan dan konseling keagamaan berfungsi sebagai instrumen strategis dalam memperkuat kesadaran spiritual, membangun keteguhan iman, serta menumbuhkan sikap adaptif terhadap perubahan sosial yang cepat. Disusun dengan bahasa yang akademik namun komunikatif, buku ini relevan bagi dosen, mahasiswa, penyuluh agama, praktisi bimbingan konseling, serta pemerhati isu sosial-keagamaan. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi referensi penting dalam pengembangan kajian keagamaan dan penguatan karakter masyarakat perbatasan dalam bingkai kebangsaan dan nilai-nilai spiritual.



