Ekonomi Sirkular Pariwisata: Teori dan Implementasi

  • Penulis:Rahmat Putra Ahmad Hasibuan, M.Si.
  • Editor:Prof. Tri Martial, M.P.
  • Jumlah Halaman : ix, 215 Halaman
  • Ukuran Buku : 15,5 x 23 cm
  • Jenis Buku : Referensi
Kategori: ,

Buku Ekonomi Sirkular Pariwisata: Teori dan Implementasi mengulas perubahan fundamental cara pariwisata dirancang dan dikelola, dari pola linier yang boros sumber daya menuju sistem yang menjaga nilai material dan energi tetap berputar selama mungkin. Di tengah pariwisata yang sering dipuji sebagai mesin pertumbuhan ekonomi namun juga kerap memicu limbah, emisi, dan tekanan ekosistem, buku ini menempatkan ekonomi sirkular sebagai kerangka strategis untuk menyeimbangkan daya saing destinasi dengan daya dukung lingkungan, sekaligus memastikan manfaat pariwisata tidak berhenti pada angka kunjungan, tetapi benar-benar berujung pada ketahanan destinasi dan kesejahteraan masyarakat lokal. Pembahasan dimulai dari fondasi teori dan konsep dasar ekonomi sirkular, termasuk kritik terhadap ekonomi “ambil-buat-buang” dan prinsip decoupling yang berupaya memisahkan pertumbuhan ekonomi dari peningkatan konsumsi sumber daya alam. Dalam konteks sumber daya alam, buku ini menegaskan bahwa alam bukan sekadar input produksi, melainkan aset yang kualitasnya harus dijaga lintas generasi melalui desain berkelanjutan, perpanjangan umur pakai material, dan pengurangan residu sejak hulu. Perspektif ini memperluas ekonomi sirkular dari sekadar isu teknis pengelolaan sampah menjadi pendekatan yang juga memuat dimensi etika dan keadilan sosial dalam pemanfaatan sumber daya. Selanjutnya, buku ini menerjemahkan konsep sirkular ke dalam praktik pariwisata melalui prinsip reduce, reuse, recycle, dan recover yang diaplikasikan pada rantai nilai destinasi, operasional bisnis, dan perilaku konsumsi wisatawan. Berbagai contoh implementasi dipaparkan, seperti pemilahan dan daur ulang sampah, pengolahan limbah organik menjadi kompos, efisiensi air-energi melalui sistem air abu-abu dan energi terbarukan, pemantauan konsumsi berbasis digital, hingga adaptive reuse bangunan bersejarah untuk menekan kebutuhan material baru dan limbah konstruksi. Di sisi lain, inovasi model bisnis dan pengalaman wisata juga dibahas sebagai jalan untuk menurunkan pemborosan sekaligus menciptakan nilai tambah, sehingga keberlanjutan tidak dipahami sebagai beban biaya, melainkan sebagai sumber keunggulan kompetitif. Bagian akhir buku menempatkan pariwisata berbasis komunitas, kebijakan, regulasi, dan edukasi sebagai prasyarat agar pariwisata sirkular tidak berhenti pada proyek sporadis, tetapi menjadi sistem yang konsisten dan terukur. Buku ini menyoroti penguatan kelembagaan lokal, rantai nilai pendek, dan mekanisme partisipatif agar nilai ekonomi lebih banyak tinggal di komunitas serta kebocoran ekonomi berkurang, sambil membahas tantangan implementasi seperti keterbatasan kapasitas, risiko ketimpangan manfaat, dan potensi greenwashing. Dengan pendekatan yang memadukan teori, strategi, dan praktik lintas level, buku ini ditujukan sebagai rujukan bagi mahasiswa, akademisi, pelaku industri, pengelola destinasi, pemerintah daerah, dan komunitas desa wisata yang ingin membangun pariwisata yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.